Contoh Latar Belakang Skripsi yang Benar dan Menarik

Contoh Latar Belakang Skripsi

Menyusun latar belakang skripsi sering kali menjadi salah satu tantangan terbesar bagi mahasiswa tingkat akhir yang sedang memulai babak baru dalam penelitian akademisnya. Latar belakang masalah merupakan fondasi utama dari keseluruhan isi skripsi, karena di bagian inilah Anda harus mampu meyakinkan dosen pembimbing dan penguji bahwa topik yang Anda angkat memiliki urgensi, kebaruan, dan nilai guna untuk diteliti. Sebuah latar belakang yang baik biasanya ditulis dengan menggunakan metode piramida terbalik, yakni menjabarkan kondisi ideal atau fenomena umum secara luas terlebih dahulu, lalu mengerucut pada masalah spesifik yang terjadi di lapangan, hingga akhirnya bermuara pada alasan mengapa penelitian tersebut mutlak perlu dilakukan. Tanpa pijakan yang kuat di bagian ini, arah penelitian bisa menjadi kabur dan kehilangan esensinya.

Sayangnya, banyak mahasiswa yang terjebak pada penulisan latar belakang yang terlalu bertele-tele, kurang didukung oleh data primer maupun sekunder, atau sekadar menyalin dari penelitian terdahulu tanpa memberikan argumen yang orisinal. Untuk mengatasi kebingungan tersebut, artikel ini hadir sebagai panduan praktis yang akan menyajikan berbagai referensi lintas jurusan. Dengan memahami 10 contoh latar belakang skripsi yang benar dan menarik di bawah ini, Anda diharapkan dapat merumuskan ide, memetakan masalah, dan menyusun kalimat pembuka yang solid sehingga skripsi Anda dapat disetujui dengan cepat dan dikerjakan dengan lancar.

Contoh Latar Belakang Skripsi yang Benar dan Menarik

1. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Manajemen Bisnis (Digital Marketing)

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era Revolusi Industri 4.0 telah membawa perubahan yang sangat masif terhadap lanskap bisnis global, tidak terkecuali bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih cenderung melakukan transaksi secara daring (online) menuntut para pelaku usaha untuk segera beradaptasi dengan strategi pemasaran digital. Pemasaran digital tidak hanya menawarkan jangkauan pasar yang jauh lebih luas dan tanpa batas geografis, tetapi juga memberikan efisiensi biaya promosi yang terukur. Dalam kondisi ideal, UMKM yang mampu mengintegrasikan teknologi digital ke dalam model bisnisnya akan mengalami peningkatan volume penjualan, memperkuat kesadaran merek (brand awareness), dan mampu bertahan di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa adopsi digital marketing di kalangan UMKM, khususnya di Kota X, masih tergolong sangat rendah. Berdasarkan data dari Dinas Koperasi dan UMKM setempat tahun 2023, tercatat hanya sekitar 25% dari total UMKM terdaftar yang memanfaatkan media sosial dan e-commerce secara optimal, sementara sisanya masih mengandalkan metode pemasaran konvensional. Kendala utama yang dihadapi meliputi minimnya literasi digital, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, serta persepsi keliru bahwa pemasaran digital membutuhkan modal yang besar. Kesenjangan antara potensi besar digital marketing dan rendahnya tingkat implementasi inilah yang membuat penelitian ini menjadi sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengkaji lebih dalam mengenai “Pengaruh Literasi Digital dan Pemanfaatan Media Sosial terhadap Peningkatan Penjualan UMKM di Kota X.”

2. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Pendidikan (Model Pembelajaran)

Pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun peradaban bangsa yang berkualitas dan berdaya saing tinggi di era globalisasi. Dalam sistem pendidikan modern, proses kegiatan belajar mengajar tidak lagi hanya berpusat pada guru (teacher-centered), melainkan harus berpusat pada siswa (student-centered) guna merangsang kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan partisipasi aktif. Kurikulum Merdeka yang saat ini diterapkan oleh pemerintah secara tegas mengamanatkan perlunya inovasi dalam metode pembelajaran di kelas. Penggunaan model pembelajaran yang interaktif dan inovatif, seperti Project Based Learning (PjBL) atau Problem Based Learning (PBL), secara teoretis terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi ekstrinsik maupun intrinsik siswa, sekaligus memperbaiki hasil belajar kognitif dan psikomotorik mereka secara signifikan.

Akan tetapi, observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri Y menunjukkan adanya masalah ketertinggalan dalam penerapan metode pembelajaran inovatif tersebut. Mayoritas guru mata pelajaran Sains masih mempertahankan metode ceramah satu arah secara dominan, yang berakibat pada rendahnya tingkat antusiasme siswa saat jam pelajaran berlangsung. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata ujian tengah semester siswa kelas XI pada mata pelajaran Fisika yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yakni sebesar 65 dari target 75. Kebosanan siswa dan kurangnya pemahaman konsep dasar menjadi akar permasalahan yang perlu segera ditangani. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji “Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Berbantuan Media Interaktif Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas XI di SMA Negeri Y.”

3. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Ilmu Komunikasi (Media Sosial)

Kehadiran media sosial sebagai produk dari konvergensi media telah merevolusi cara manusia berinteraksi, berkomunikasi, dan mengonsumsi informasi setiap harinya. Platform seperti Twitter (X), Instagram, dan TikTok kini tidak sekadar berfungsi sebagai ruang pertemanan virtual, melainkan telah bertransformasi menjadi ruang publik yang sangat dinamis tempat diskursus sosial dan politik terbentuk. Dalam perspektif ilmu komunikasi, media sosial memberikan ruang demokratisasi informasi di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk memproduksi dan mendistribusikan konten (user-generated content). Akses informasi yang cepat dan seketika (real-time) ini secara ideal akan melahirkan masyarakat informasi yang cerdas, kritis, dan berwawasan luas.

BACA JUGA :  Seleksi Mandiri USU 2026 Resmi Dibuka! Cek Jadwal, Syarat, dan Biayanya

Kendati demikian, kemudahan akses dan produksi informasi ini juga membawa dampak destruktif, salah satunya adalah fenomena penyebaran berita bohong atau hoaks yang kian masif. Kecepatan penyebaran informasi sering kali tidak diimbangi dengan proses verifikasi fakta yang memadai oleh penggunanya. Pada masa menjelang pemilihan umum tahun 2024, penyebaran hoaks politik di platform Twitter melonjak drastis dan berpotensi memicu polarisasi serta konflik horizontal di tengah masyarakat. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa algoritma media sosial cenderung menciptakan echo chamber yang mengukuhkan bias konfirmasi pengguna, sehingga mereka lebih mudah mempercayai disinformasi. Menyadari urgensi dari ancaman tersebut terhadap stabilitas sosial, peneliti merasa perlu untuk meneliti “Analisis Jaringan Komunikasi dalam Penyebaran Hoaks Politik di Twitter Menjelang Pemilu 2024 dan Dampaknya Terhadap Opini Publik.”

4. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Teknik Informatika (Kecerdasan Buatan)

Perkembangan teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah membawa terobosan luar biasa di berbagai sektor kehidupan, tak terkecuali dalam bidang pelayanan kesehatan (healtcare). Salah satu cabang AI, yaitu Machine Learning dan Deep Learning, telah menunjukkan kapabilitas komputasi yang sangat tinggi dalam mengenali pola data yang kompleks, memproses citra medis, dan memprediksi luaran klinis. Integrasi teknologi ini ke dalam sistem kesehatan diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam mendiagnosis penyakit secara lebih dini, akurat, dan efisien. Secara teoritis, penerapan algoritma jaringan saraf tiruan (Convolutional Neural Network / CNN) pada analisis gambar rontgen dada (X-Ray) mampu mendeteksi kelainan paru-paru dengan tingkat presisi yang menyamai atau bahkan melampaui analisis visual oleh dokter radiologi.

Meskipun potensi teknologi ini sangat menjanjikan, implementasinya di rumah sakit daerah di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala teknis dan infrastruktur. Tingginya beban kerja tenaga medis, ditambah dengan jumlah dokter spesialis radiologi yang tidak sebanding dengan lonjakan pasien, sering kali menyebabkan keterlambatan dalam proses diagnosis penyakit pernapasan seperti pneumonia dan tuberkulosis. Di sisi lain, model AI yang sudah ada saat ini mayoritas dilatih menggunakan dataset pasien dari negara-negara Barat, sehingga tingkat akurasinya terkadang menurun ketika diujikan pada citra medis pasien lokal dengan variasi yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji “Pengembangan Sistem Deteksi Dini Penyakit Pneumonia Berbasis Deep Learning Menggunakan Arsitektur CNN dengan Optimalisasi Dataset X-Ray Pasien Rumah Sakit Lokal.”

5. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Psikologi (Kesehatan Mental)

Masa dewasa awal (emerging adulthood), yang umumnya berkisar antara rentang usia 20 hingga 30 tahun, merupakan periode transisi kritis yang penuh dengan eksplorasi identitas, perubahan peran sosial, dan ekspektasi kemandirian finansial. Dalam tahapan perkembangan psikologis ini, individu kerap dihadapkan pada tekanan untuk mengambil keputusan-keputusan besar yang akan menentukan arah hidup mereka, mulai dari pemilihan karier hingga komitmen pernikahan. Kondisi idealnya, individu pada fase ini memiliki resiliensi yang baik untuk menghadapi ketidakpastian. Namun, kompleksitas tuntutan hidup modern acap kali memicu munculnya krisis emosional yang dikenal dengan istilah Quarter-Life Crisis (QLC). Krisis ini ditandai dengan perasaan cemas, ragu terhadap diri sendiri, merasa terisolasi, dan kehilangan arah tujuan hidup.

Fenomena krisis seperempat abad ini diperparah dengan masifnya penggunaan media sosial di kalangan generasi Z dan milenial. Platform seperti Instagram kerap kali menampilkan standar kehidupan ideal yang semu, pencapaian karier instan, serta gaya hidup glamor yang memicu munculnya perilaku perbandingan sosial ke atas (upward social comparison). Studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa tingkat akhir dan lulusan baru (fresh graduate) yang menghabiskan lebih dari 4 jam sehari di media sosial memiliki tingkat kecemasan masa depan yang lebih tinggi. Karena dampak psikologis dari krisis ini dapat mengganggu produktivitas dan kesejahteraan mental secara keseluruhan, maka sangat relevan bagi peneliti untuk mengkaji “Hubungan Antara Upward Social Comparison di Instagram dengan Tingkat Kecenderungan Quarter-Life Crisis pada Fresh Graduate di Kota Z.”

6. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Hukum (Perlindungan Data Pribadi)

Era ekonomi digital dan pesatnya pemanfaatan Big Data telah menempatkan data pribadi sebagai komoditas yang sangat berharga dan bernilai ekonomi tinggi. Setiap aktivitas masyarakat yang terhubung dengan internet, mulai dari pendaftaran aplikasi e-commerce, layanan perbankan digital, hingga pemanfaatan fasilitas kesehatan online, mewajibkan penyerahan data pribadi pengguna kepada pihak penyelenggara sistem elektronik. Secara hukum dan hak asasi manusia, setiap warga negara berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang berada di bawah kekuasaannya. Oleh sebab itu, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk memberikan instrumen perlindungan hukum yang kuat agar data pribadi warganya tidak disalahgunakan, diperjualbelikan secara ilegal, atau diretas oleh pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.

BACA JUGA :  Cara Belajar TOEFL untuk Pemula Hingga Skor Tinggi

Namun, pada kenyataannya, Indonesia sering kali dihadapkan pada rentetan kasus kebocoran data berskala masif yang menimpa berbagai instansi pemerintah maupun perusahaan swasta berskala nasional. Meskipun pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) sebagai payung hukum spesifik, implementasi dan efektivitas sanksi administratif maupun pidana bagi pihak pengendali data yang lalai masih menjadi perdebatan di kalangan ahli hukum. Terdapat ketidakjelasan mengenai mekanisme ganti rugi bagi subjek data yang menjadi korban, serta sejauh mana tanggung jawab mutlak (strict liability) dapat diterapkan kepada korporasi. Kekosongan praktis dalam penegakan hukum inilah yang memotivasi penulis untuk meneliti “Analisis Yuridis Tanggung Jawab Hukum Penyelenggara Sistem Elektronik Terhadap Kebocoran Data Pribadi Konsumen Pasca Pengesahan UU PDP (Studi Kasus Kebocoran Data PT ABC).”

7. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Kesehatan Masyarakat (Stunting)

Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dimulai dari jaminan kesehatan dan pemenuhan gizi yang optimal sejak seribu hari pertama kehidupan. Salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan anak di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, adalah masalah tengkes atau stunting. Stunting bukan sekadar masalah perawakan tubuh yang pendek, melainkan indikator kegagalan pertumbuhan yang berdampak panjang pada penurunan tingkat kecerdasan kognitif, kerentanan terhadap penyakit metabolik di usia dewasa, dan berujung pada rendahnya produktivitas ekonomi bangsa. Pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan percepatan penurunan angka stunting sebagai program prioritas nasional, dengan target prevalensi turun hingga mencapai angka 14% pada akhir tahun 2024. Upaya ini dilakukan melalui berbagai intervensi spesifik dan sensitif lintas sektoral.

Sayangnya, realisasi target tersebut menemui jalan terjal di beberapa daerah pelosok akibat disparitas akses pelayanan kesehatan dan determinan sosial-ekonomi yang kompleks. Di Kabupaten W, prevalensi stunting justru tercatat masih berada di angka 26,5% berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terbaru. Temuan awal di lapangan mengindikasikan bahwa tingginya kasus ini berkorelasi kuat dengan kurangnya akses terhadap fasilitas sanitasi yang layak, rendahnya tingkat pendidikan ibu, serta pola asuh yang mengabaikan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang bergizi. Mempertimbangkan tingginya urgensi penyelamatan generasi penerus di wilayah tersebut, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis “Determinan Sosial, Lingkungan, dan Pola Asuh yang Memengaruhi Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten W.”

8. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Sastra Inggris (Kajian Film)

Sastra dan karya seni visual, khususnya film layar lebar, tidak pernah lahir dari ruang hampa. Mereka merupakan representasi, refleksi, sekaligus alat kritik terhadap nilai-nilai sosial, budaya, dan ideologi yang berkembang di masyarakat pada zamannya. Dalam diskursus kajian budaya dan feminisme, perfilman Hollywood secara historis kerap mereproduksi stereotip gender yang memarjinalkan karakter perempuan. Perempuan sering kali digambarkan sebagai sosok yang pasif, inferior, sekadar menjadi objek tatapan (male gaze), atau selalu membutuhkan penyelamatan dari protagonis laki-laki (damsel in distress). Secara tradisional, penggambaran ini telah melanggengkan struktur patriarki secara kultural selama puluhan tahun di dalam industri hiburan global.

Namun, memasuki abad ke-21, seiring dengan menguatnya gerakan feminisme gelombang keempat dan kampanye kesetaraan gender di seluruh dunia, narasi dalam industri sinema mulai mengalami pergeseran paradigma yang radikal. Banyak film modern yang kini menghadirkan karakter protagonis perempuan yang independen, tangguh secara fisik maupun emosional, dan mampu mendobrak batasan peran gender tradisional. Film Title of the Movie (Tahun Rilis) adalah salah satu karya kontemporer yang dinilai sukses merekonstruksi citra perempuan melalui penokohan karakter utamanya. Meskipun demikian, masih terdapat perdebatan akademis apakah representasi tersebut benar-benar wujud emansipasi atau sekadar komodifikasi kapitalisme. Untuk membongkar fenomena ini, penulis merasa tertarik untuk menyusun skripsi dengan judul “Dekonstruksi Peran Gender dan Representasi Feminisme Modern pada Karakter Utama Perempuan dalam Film Title of the Movie: Pendekatan Teori Feminisme Eksistensial Simone de Beauvoir.”

9. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Akuntansi (Pelaporan Keuangan)

Di tengah dinamika iklim investasi global saat ini, paradigma bisnis dan pasar modal telah mengalami transformasi besar-besaran. Orientasi perusahaan yang dulunya hanya terpaku pada penciptaan laba finansial semata (single bottom line) kini dituntut untuk beralih pada prinsip keberlanjutan bisnis jangka panjang (triple bottom line). Para investor, pemangku kepentingan (stakeholders), dan regulator dewasa ini semakin menyadari bahwa keberlangsungan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari neraca keuangan, tetapi juga dari kontribusinya terhadap lingkungan dan aspek sosial. Oleh karena itu, pengungkapan informasi non-keuangan melalui laporan Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi sebuah standar baru yang esensial. Pelaporan ESG dinilai mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai manajemen risiko perusahaan dalam menghadapi isu perubahan iklim dan tata kelola perusahaan yang bersih.

Kendati kesadaran akan pentingnya ESG mulai meningkat di bursa efek internasional, tingkat pengungkapan ESG oleh perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) secara umum masih sangat bervariasi dan belum terstandarisasi dengan baik. Banyak perusahaan yang masih memandang laporan keberlanjutan sebagai sekadar formalitas pemenuhan regulasi pemerintah, bukan sebagai strategi penambahan nilai (value creation). Akibatnya, kualitas pengungkapan informasi sering kali kurang transparan, yang pada gilirannya dapat menimbulkan asimetri informasi antara manajemen dan calon investor. Fenomena fluktuasi harga saham perusahaan pertambangan dan manufaktur yang acap kali dikaitkan dengan sentimen isu lingkungan menjadi bukti bahwa faktor non-finansial sangat memengaruhi keputusan ekonomi. Berdasarkan celah penelitian tersebut, skripsi ini akan menguji “Pengaruh Kualitas Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) Terhadap Nilai Perusahaan dan Keputusan Investasi pada Perusahaan Sektor Energi yang Terdaftar di BEI Periode 2020-2023.”

BACA JUGA :  10 Peran Orang Tua dalam Kesuksesan Sekolah Online Anak

10. Contoh Latar Belakang Skripsi Jurusan Teknik Sipil (Material Konstruksi)

Sektor industri konstruksi dan infrastruktur merupakan salah satu urat nadi utama dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Indonesia. Mulai dari pembangunan jalan tol, jembatan, gedung bertingkat, hingga fasilitas umum lainnya, semuanya membutuhkan pasokan material bangunan dalam jumlah masif. Beton merupakan material struktur yang paling dominan digunakan dalam proyek konstruksi karena keunggulannya dalam menahan kuat tekan serta durabilitasnya yang tinggi. Sayangnya, produksi semen Portland sebagai bahan pengikat utama dalam campuran beton sangat tidak ramah lingkungan. Proses kalsinasi pada pabrik semen diketahui sebagai salah satu penyumbang emisi gas karbon dioksida (CO2) terbesar di dunia, yang secara langsung memperparah krisis pemanasan global.

Untuk memitigasi dampak ekologis tersebut, para peneliti dan insinyur teknik sipil di seluruh dunia berlomba-lomba mencari material alternatif yang berkelanjutan (sustainable materials) tanpa mengurangi standar kualitas struktural bangunan. Salah satu inovasi yang potensial adalah pemanfaatan limbah industri seperti abu terbang batubara (fly ash) dan limbah cangkang kelapa sawit sebagai bahan substitusi parsial semen maupun agregat. Meskipun secara teoretis limbah-limbah ini mengandung senyawa pozzolan yang dapat bereaksi membentuk kekuatan setara semen, komposisi campuran yang ideal untuk kondisi iklim tropis di Indonesia masih perlu diuji coba secara laboratoris. Kurangnya data teknis mengenai kuat tekan, kuat tarik belah, dan tingkat porositas dari inovasi beton hijau (green concrete) ini memunculkan urgensi untuk melakukan eksperimen lebih lanjut. Dengan demikian, penelitian ini mengangkat topik “Kajian Eksperimental Pemanfaatan Fly Ash dan Limbah Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Bahan Substitusi Parsial pada Campuran Beton Struktural Ramah Lingkungan.”

Kesimpulan

Menyusun latar belakang masalah yang memikat dan akademis memang bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam semalam. Berdasarkan kesepuluh contoh di atas, dapat ditarik benang merah bahwa sebuah contoh latar belakang skripsi yang kuat harus selalu diawali dengan pengenalan isu makro, diikuti dengan pemaparan kondisi riil atau masalah spesifik yang ditunjang oleh data statistik, fakta empiris, maupun landasan yuridis. Selain itu, Anda juga harus dengan tegas memperlihatkan celah penelitian (research gap)—baik itu kekosongan literatur, hasil penelitian terdahulu yang kontradiktif, maupun fenomena baru yang belum terpecahkan—yang nantinya akan menjadi landasan rasional mengapa judul skripsi tersebut wajib diteliti.

Pada akhirnya, kunci utama dari kesuksesan menulis bab satu ini adalah banyak membaca jurnal referensi terkait dan berdiskusi secara proaktif dengan dosen pembimbing. Jangan ragu untuk merevisi dan memperbaiki alur logika penulisan agar paragraf demi paragraf saling berkaitan secara harmonis. Jadikan contoh-contoh di atas sebagai kerangka inspirasi untuk dimodifikasi sesuai dengan fenomena atau objek studi pada jurusan yang sedang Anda tempuh. Dengan dedikasi dan penalaran yang tajam, Anda pasti mampu menulis latar belakang skripsi yang orisinal, berdampak, dan bernilai ilmiah tinggi.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Berapa panjang atau jumlah halaman ideal untuk latar belakang skripsi? Tidak ada aturan baku yang berlaku mutlak di seluruh universitas, namun secara umum latar belakang skripsi yang ideal berkisar antara 3 hingga 5 halaman (sekitar 1000 hingga 1500 kata). Yang terpenting bukanlah panjang pendeknya, melainkan kelengkapan unsur masalah, dukungan data, dan kejelasan alur logika mengapa penelitian tersebut penting untuk dilakukan.

2. Apa perbedaan antara latar belakang masalah dan rumusan masalah? Latar belakang adalah bagian naratif yang menceritakan kronologi, alasan, dan konteks mengapa suatu masalah itu muncul serta layak diteliti (jawaban dari pertanyaan “mengapa”). Sementara itu, rumusan masalah adalah pertanyaan-pertanyaan spesifik dan ringkas (biasanya bernomor) yang akan dicari jawabannya melalui proses penelitian tersebut (jawaban dari pertanyaan “apa yang akan dicari”).

3. Apakah di dalam latar belakang skripsi harus mencantumkan teori atau kutipan tokoh? Ya, sangat disarankan. Mengutip teori dasar atau hasil penelitian terdahulu di dalam latar belakang berguna untuk memperkuat argumen Anda. Kutipan tersebut menunjukkan bahwa masalah yang Anda angkat bukanlah opini pribadi semata, melainkan didasarkan pada kerangka berpikir ilmiah yang sudah diakui kredibilitasnya. Namun, pastikan kutipannya relevan dan tidak berlebihan agar fokusnya tetap pada masalah yang diteliti.

Kanchi Salsabella

About Kanchi Salsabella

Kanchi Salsabella adalah penulis berita di Cerianews.id yang berfokus pada konten informasi dan edukasi digital. membahas teknologi, Bisnis, Keuangan, aplikasi, serta panduan yang bermanfaat untuk pembaca.

View all posts by Kanchi Salsabella →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *